Sunday, April 19, 2020

Utsul Tsalatsah

Halaqoh 11

Beliau mengatakan,
كما قال تعالى
"Kamaa qoola ta'aala"
Sebagaimana firman Allah Ta'aala

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu." (Aadz Dzariyat:56)

⚘ ayat yang ringkas yang menunjukkan tentang hikmah yg besar dan tujuaj yg agung untuk apa kita diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu untuk beribadah kepadaNya.

Kemudian Beliau mengatakan, "wa ma'na ya'buduun yuwā hiidun" 
Makna dari kalimat "Li ya'budūn" (menyembah kepada diriKu), maknanya adalah mengesakan Aku di dalam ibadah.
Makna dari menyembah Allah adalah mengesakan Allah di dalam ibadah.
🏵⚘ Tidak boleh menduakan (menyembah kepada Allah juga menyembah kepada selain Allah => ini namanya menduakan. 🌷🥀

Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepadaNya , maksudnya adalah untuk mengesakan Allah di dalam ibadah. 
Adapun seseorang terkadang menyembah Allah dan terkadang dia serahkan sebagian ibadah kepada selain Allah maka orang seperti ini tidak dinamakan Muwāhid, tidak dinamakan mentauhidkan Allah, dan orang seperti ini tidak dianggap menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Orang yang menyembah kepada Allah adalah orang yg mentauhidkan Allah Subhanahu wa ta'ala. 

Oleh karena itu, di dalam Alqur'an, Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan,
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ
لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
"Katakanlah Wahai Muhammad! Wahai orang-orang kafir (orang-orang musyrik), aku tidak menyembah apa yang kalian sembah (kalian menyembah Latta, menyembah 'Uzza, menyembah Manah, menyembah Hubal, menyembah sesembahan-sesembahan selain Allah). Demikian pula kalian, tidak menyembah apa yang aku sembah."

⚘Saat itu orang-orang kafir Quroisy (musyrikin Quraisy) di dalam kehidupan mereka sehari-hari, mereka menyembah Allah dan juga menyembah selain Allah.
Oleh karena itu dinamakan musyrikin (menyekutukan Allah subhanahu wa ta'ala).
Oleh karena itu, ada di antara mereka yang bernama 'Abdullah seperti nama Bapaknya Nabi Muhammad shollallahu 'alayhi wa sallam namanya adalah 'Abdullah (hamba Allah) , menunjukkan bahwasanya mereka juga menyembah Allah subhanahu wa ta'ala.

Demikian pula mereka melakukan ibadah haji setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwasanya mereka juga menyembah Allah Subhanahu wa ta'ala. Akan tetapi, kesalahan mereka, mereka tidak mengesakan Allah di dalam ibadah.
Di dalam ibadah yang lain ternyata mereka serahkan ibadah tersebut kepada selain Allah subhanahu wa ta'ala.
Ketika mereka terkena musibah, datang kepada jin, meminta perlindungan kepada jin.
Ketika melewati sebuah lembah, bukan meminta perlindungan kepada Allah. Akan tetapi meminta perlindungan kepada raja jin yang ada di lembah tersebut.

Dan di dalam ayat, Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan:
"Mereka apabila berada di tengah laut, mengikhlaskan ibadahnya hanya kepada Allah."
Fa idzaa roqibu fil khulq da'awullaaha mukhlisiina lahuddiin. Falammaa najjahum ilaal barr, idzaahum yusyrikuun."
Apabila mereka berada di tengah lautan, naik kapal, maka mereka mengikhlashkan agamanya hanya untuk Allah. 

Di dalam ayat yang lain, Allah mengatakan (menceritakan tentang ucapan mereka):
La in anjaytana min haadzihii lana kunnaana minasysyaakiriin.
"Ya Allah, seandainya Engkau selamatkan kami dari kesusahan kami di tengah lautan, niscaya kami termasuk orang-orang yang bersyukur."

(Berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala)

"Ketika Allah subahahu wa ta'ala menyelamatkan mereka ke daratan, tiba-tiba mereka menyekutukan Allah (menyekutukan Allah kembali).
Terkadang mereka menyerahkan ibadahnya hanya kepada Allah dan dalam keadaan yang lain mereka menyembah dan memyerahkan ibadahnya kepada selain Allah.
Oleh karena itu, dinamakan Musyrikun (menyekutukan Allah subhanahu wata'ala.
Tapi di sini (di dalam surat Al kaafiruun, Allah mengatakan, memerintahkan kepada NabiNya untuk mengatakan

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
"Dan kalian wahai orang-orang musyrikin tidak menyembah apa yang aku sembah."

Padahal tadi disebutkan bahwasanya orang-orang musyrikin menyembah Allah. Namun, kenapa dikatakan di sini mereka tidak menyembah kepada Allah. Karena mereka tidak mentauhidkan Allah di dalam ibadah (tidak mengesakan Allah di dalam ibadah).
Orang yang tidak mengesakan Allah di dalam ibadahnya maka pada hakikatnya tidak dinamakan orang yang menyembah Allah subhanahu wa ta'ala.

Oleh karena itu, di sini Beliau mengatakan,
"Wa ma'na ya'budūni yu wāhidūn".
"Makna menyembah kepadaKu adalah mentauhidkan Aku."